|
No.
|
K o m p o n e n
|
Standart/Profil
yang di Harapkan
|
|
1.
|
Standar Isi dan Kompetensi Lulusan
a. Standar Isi
b. Kompetensi Lulusan
|
-
mengembangkan KTSP dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris
-
melakukan adaptasi dengan kurikulum sekolah salah satu Negara maju sesuai dengan kondisi dan kesiapan sekolah
-
hasil pemetaan kurikulum dioperasioalkan dalam KTSP, silabus, RPP, perangkat pembelajaran, media/sumber ajar, dan perangkat pendukung lainnya.
-
Merintis keitraan dengan sekolah atau lembaga sertifikasi pendidikan internasional
-
minimal merumuskan SKL sesuai Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan yang tertuang dalam Permen Diknas No. 23 Tahun 2006
-
menambah komponen SKL yang telah ada dengan mengadaptasi/mengadopsi SKL yang bercirikan internasional
|
|
2.
|
Proses Pembelajaran
|
Pendampingan
Tahun I
-
20% pelaksanaan pembelajaran telah mengacu pasa standar proses SMA Bertaraf Internasional
-
20% pembelajaran mata pelajaran dilakukan secara bilingual
-
20% pelaksanaan pembelajaran bilingual telah dilengkapi perangkat pembelajaran berdasarkan potensi, karakteristik peserta didik, dan lingkungan sekolah
-
20% pembelajaran bilingual telah menggunakan media pembelajaran inovatif dan/atau berbasis TIK
-
Intensitas pendampingan (In-house training) oleh tenaga ahli (dosen) dengan proporsi minimal 2 kali seminggu
-
20% pelaksanaan pembelajaran bilingual dirancang dengan berpusat pada siswa (student centered) atau teach less learn more (TLLS)
-
20% pelaksanaan pembelajaran bilingual dirancang secara terintegrasi dan berbasis masalah (integrated and problem-based instruction)
Pendampingan
Tahun II
-
50% pelaksanaan pembelajaran telah mengacu pasa standar proses SMA Bertaraf Internasional
-
50% pembelajaran mata pelajaran dilakukan secara bilingual
-
50% pelaksanaan pembelajaran bilingual telah dilengkapi perangkat pembelajaran berdasarkan potensi, karakteristik peserta didik, dan lingkungan sekolah
-
50% pembelajaran bilingual telah menggunakan media pembelajaran inovatif dan/atau berbasis TIK
-
Intensitas pendampingan (In-house training) oleh tenaga ahli (dosen) dengan proporsi minimal 1 kali seminggu
-
50% pelaksanaan pembelajaran bilingual dirancang dengan berpusat pada siswa (student centered) atau teach less learn more (TLLS)
-
50% pelaksanaan pembelajaran bilingual dirancang secara terintegrasi dan berbasis masalah (integrated and problem-based instruction)
Pendampingan
Tahun III
-
100% pelaksanaan pembelajaran telah mengacu pasa standar proses SMA Bertaraf Internasional
-
100% pembelajaran mata pelajaran dilakukan secara bilingual
-
100% pelaksanaan pembelajaran bilingual telah dilengkapi perangkat pembelajaran berdasarkan potensi, karakteristik peserta didik, dan lingkungan sekolah
-
100% pembelajaran bilingual telah menggunakan media pembelajaran inovatif dan/atau berbasis TIK
-
Intensitas pendampingan (In-house training) oleh tenaga ahli (dosen) dengan proporsi minimal 1 kali sebulan
-
100% pelaksanaan pembelajaran bilingual dirancang dengan berpusat pada siswa (student centered) atau teach less learn more (TLLS)
-
100% pelaksanaan pembelajaran bilingual dirancang secara terintegrasi dan berbasis masalah (integrated and problem-based instruction)
|
|
3. |
Penilaian |
a. Penilaian Hasil Belajar
Rintisan SMA bertaraf
internasional wajib mengikuti penilain yang berlaku secara nasional dan sekolah juga harus memfasilitasi siswanya untuk mengikuti ujian sertifikasi internasional.
1) Prinsip penilaian; meliputi mendidik, terbuka, menyeluruh, terpadu, obyektif, berkesiambungan, adil, dan menggunakan acuan atau criteria.
2) Mekanisme penilaian
-
penilaian dilakukan oleh dua pihak, yaitu guru dan sekolah.
-
Penilaian oleh guru dilakukan untuk mengumpulkan data dan membuat keputusan tentang siswa mengenai unit kompetensi dasar
-
Sekolah melakukan penilaian untuk mengumpulkan data tentang siswa menyangkut ketercapaian standar kompetensi seluruh mata pelajaran
-
Penilaian dilakukan dalam bentuk ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dan kelulusan
-
Nilai batas ambanag kompetensi (NBAK) atau criteria kompetensi minimal (KKM) ditetapkan 75%. Siswa yang tidak mencapai NBAK atau KKM diberikan program remidi.
c. Penilaian Program
-
Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui ketercapaian dan kesesuaian antara rencana yang telah ditetapkan dengan proses dan hasil yang dicapai.
-
Kegiatan penilaian meliputi pemantauan (monitoring) dan evaluasi
-
Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan oleh pihak eksternal seperti Depdiknas, Dinas Pendidikan Propinsi, dan Dinas Pendidikan kabupaten/Kota.
-
Acuan kegiatan monitoring dan evaluasi meliputi: 1) Pemantauan ditujukan untuk memberikan peringatan dini apabila terjadi penyimpangan terhadap input dan proses penyelenggaraan program RSMABI; 2) Evaluasi ditujukan untuk mengetahui hasil nyata program RSMABI dengan hasil yang diharapkan
|
|
4. |
Sumber
Daya Manusia (SDM) |
Kegiatan
penyiapan SDM yang dilakukan SMA penyelenggara RSMABI:
-
Mempelajari panduan program RSMABI secara seksama, khususnya tentang kompetensi standar minimal SDM SMA bertaraf internasional
-
Melakukan pemetaan kebutuhan calon SDM program RSMABI dari segi kuantitas dan kualitas yang ada di sekolah
-
Mengadakan sosialisasi tentang rekruitmen SDM program RSMABI kepada guru dan tenaga kependidikan yang berpotensi
-
Melakukan kegiatan pelatihan melalui mekanisme in-house training dengan melibatkan tenaga professional independent sesuai dengan bidangnya
-
Merintis program kerjasama dengan lembaga sertifikasi pendidikan internasional
-
Memberikan kesempatan kepad SDM yang telah siap untuk mengikuti uji kompetensi, sertifikasi, dan atau benchmarking yang diselenggarakan oleh lembaga independent sesuai dengan bidangnya
|
|
5.
|
Sarana dan Prasarana Pendidikan
|
Sekolah melakukan persiapan dan pengadaan saranan dan prasarana sesuai dengan hasil analisis kebutuhan (need assessment) dan hasil analisis SWOT
|
|
6.
|
Biaya
|
Pembiayaan program RSMABI masih menekankan pada subsidi dari Pemerintah baik pusat maupun daerah, dengan penerapan system block grant. Komponen-komponen yang harus disiapkan oleh sekolah penyelenggara program RSMABI:
-
Profil sekolah secara lengkap, akurat, dan factual serta mutakhir
-
Rencana strategis (RPS/SDIP) yang terukur pencapaian indikatornya
-
Rencana tahunan (action plan) yang sudah signifikan jelas tahapan-tahapan pencapaian targetnya
-
System manajemen administrasi dan keuangan sudah menerapkan asas akuntabel, berbasis kinerja, dan transparan
-
Pola pemantauan, pengawasan, dan pelaporan menggunakan mekanisme yang efisien, efektif, dan ekonomis
SMA penyelenggara RSMABI menyususun rencana kerja tahunan dengan komponen biaya dapat dialokasikan sebagai berikut:
-
Biaya dari pemerintah pusat digunakan untuk pembenahan dan inovasi proses dan perangkat pembelajaran, peningkatan mutu SDM, dan untuk biaya subsidi para peserta didik yang kurang mampu
-
Biaya dari pemerintah provinsi dugunakan untuk perawatan sarana, prasarana, dan fasilitas pendukung pembelajaran
-
Biaya dari pemerintah kabupaten/kota digunakan untuk biaya investasi (sarana dan prasarana) dan pemenuhan penjaminan mutu
-
Biaya dari masyarakat digunakan untuk peningkatan kualifikasi dan kualitas para guru dan tenaga penunjang
Biaya dari instansi terkait atau sumber lain digunakan untuk peningkatan mutu SDM, pembenahan proses belajar mengajar, investasi, dan pembenahan lingkungan sekolah
|
|
7.
|
Pengelolaan
|
Dasar pengelolaan program RSMABI adalah komponen-komponen indicator input, proses,
dan output sebagai berikut:
-
Indikator indut mencakup antara lain program pengembangan sekolah, kurikulum, SDM, kapasitas dan kualitas siswa, buku dan sumber belajar, dana, sarana dan dan prasarana belajar, legislasi dan regulasi, data dan informasi, organisasi dan administrasi, serta kultur
sekolah
-
Indikator proses mencakup kejadian dan kegiatan yang dapat meningkatkan pengakuan dari RSMABI dengan pendampingan menjadi SMA bertaraf internasional (SMABI), yaitu: variasi penerapan model pembelajaran,efektifitas pembelajaran, mutu pembelajaran, keaktifan siswa dalam pembelajaran, inovasi dan kreativitas pembelajaran, penerapan TIK dalam
pembelajaran, dan pembelajaran yang menyenangkan sehingga mampu menuansakan
keantusiasan guru dan siswa dalam pembelajaran
-
Indikator output meliputi prestasi belajar yang bersifat akademik, khususnya pengakuan internasional terhadap prestasi akademik dan/atau nonakademik, serta standar kualitas internasional dari para lulusan.
Pencapaian indicator-indikator dari pengelolaan program RSMABI pada tahap ini adalah:
-
SMA terakreditasi secara nasional dengan kategori "A" (sertifikasi masih berlaku sampai tahun ke empat)
-
Melaksanakan kurikulum nasional dan telah menerapkan KTSP
-
Semua guru berkualifikasi S-1, sekurang-kurangnya 10% berkualifikasi S-2
-
Tersedia sekurang-kurangnya 50% guru mampu mengajar mata pelajaran (selain mata pelajaran bahasa inggris) dengan bahasa Inggris.
-
Memiliki sekurang-kurangnya satu sekolah mitra dari dalam Negeri atau dari salah satu Negara anggota OECD yang memiliki reputasi internasional
-
Memiliki siswa berpotensi melanjutkan pendidikan ke luar Negeri
-
Tersedia sarana dan prasarana yang memenuhi standar
-
Tersedia sumber buku referensi dengan rasio jumlah buku dan jumlah siswa sekurang-kurangnya 1 : 10
-
Memiliki renstra pengembangan sekolah (RPS/SDIP) untuk periode lima tahunan, satu tahunan dan action-plan yang terkategori reasonable dan feasible
-
Tersedia minimal 50% ruang kelas yang dilengkapi dengan sarana TIK/multimedia
-
Tersedia masing-masing satu laboratorium fisika, laboratorium kimia, dan laboratorium biologi
-
Laboratorium computer, laboratorium bahasa dilengkapi dengan alat dan bahan yang memadai
-
Memiliki system manajemen keuangan dan administrasi yang transparan berbasis TIK
-
Mempunyai fasilitas komunikasi telepon, faximile, internet dan website
Pemfokusan aspek-aspek dari pengelolaan program RSMABI pada tahap pendampingan adalah:
-
Memiliki struktur organisasi sekolah yang fisibel dan efisien dalam mekanisme pelaksanaannya
-
Mempunyai profil sekolah yang didukung dengan dokumentasi yang valid dan mudah diakses
-
Mempunyai panduan tupoksi yang jelas untuk setiap warga sekolah
-
Mempunyai panduan penggunaan setiap sarana dan prasarana maupun fasilitas peralatan
-
Mempunyai system dokumentasi yang efektif dan dapat merekam setiap penggunaan sarana, prasarana, maupun fasilitas peralatan oleh setiap pengguna
-
Memiliki renstra lima tahunan dengan coordinator maupun penanggungjwab kegiatan yang memahami tupoksinya
-
Memiliki rencana tahunan yang merupakan penjabaran dari rencana strategis dengan indicator pencapaian yang terukur
-
Menerapkan system adinistrasi dan keuangan yang efisien, efektif, dan ekonomis
-
Mempunyai panduan kerjasama yang mampu meningkatkan kualitas sekolah
-
Menerapkan system pengambilan keputusan yang tidak sentralistik, namun berdasarkan system penugasan yang terencana
-
Mempunyai rencana kerja pendampingan yang terukur
-
Mempunyai system monitoring dan evaluasi yang baik
-
Mempunyai system rekruitmen tenaga pendidik dan tenaga penunjang kependidikan yang bermutu
-
Menerapkan system pengawasan internal yang baik
-
Mempunyai system pelaporan yang berkesinambungan berbasis TIK
|
|
8.
|
Kesiswaan
|
Tahap seleksi siswa baru:
a. Seleksi Administrasi, meliputi:
-
Nilai rapor SMP kelas VII s.d IX untuk mata pelajaran Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris minimal 7,5
-
Penghargaan prestasi akademik
-
Sertifikat dari lembaga kursus bahasa Inggris
b. Achievement test, meliputi: Bahasa Indnesia, Matematika, IPA, IPS dengan skor minimal 7 dalam rentang 0-10.
c. Tes Kemampuan Bahasa Inggris, meliputi: Reading, Listening, Writing, dan Speaking dengan skor minimal 7 dalam rentang 0-10.
d. Psychotest, meliputi: Minat dan Bakat (Aptitude-Test) dan Kepribadian (Personality- test)
e. Wawancara kepada siswa dan orangtua. Wawancara dengan siswa dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana minat siswa untuk masuk program RSMABI. Wawancara dengan orangtua dimaksudkan untuk mengetahui minat dan dukungan orangtua.
|
|
9.
|
Kultur
Sekolah
|
-
Aspek kebersihan, mencakup semua lingkungan sekolah, baik dalam maupun luar ruangan. Sarana pendukung aspek kebersihan adalah: (1) tempat sampak dalam jumlah yang memadai, (2) air mengalir lancar, khususnya untuk tempat ibadah, kamar mandi, WC, kantin sekolah, dan laboratorium IPA
-
Aspek kerapihan, mencakup semua semua peralatan dan perlengkapan fasilitas sekolah, pakaian seragam siswa dan pakaian seragam warga sekolah lainnya.
-
Aspek keamanan, menyangkut ketersediaan pagar sekolah yang kokoh dan kuat serta petugas keamanan yang memadai termasuk pos penjagaan yang diharapkan dapat menangkal tindak kejahatan dan/atau gangguan lain terhadap proses pembelajaran
-
Aspek keindahan meliputi komponen luar maupun dalam gedung, jenis tanaman hias yang bervariasi dan warna warni, warna cat gedung yang serasi dan tidak pudar, hisan dinding, tulisan visi misi serta papan peringatan maupun tulisan motivasional yang terpasang serasi
-
Aspek kerindangan mencakup ketersediaan pepohonan pelindung yang rindang serta tempat duduk di bawah dan/atau sekitar pepohonan tersebut dalam jumlah yang memadai
-
Aspek bebas asap rokok, bebas narkoba, bebas kekerasan (bullying), dan bebas pornografi meliputi ketersidaan papan peringatan yang terpasang di beberapa tempat serta penegakan aturan termasuk sanksi dan hukuman bagi mereka yang melanggarnya
-
Aspek disiplin mencakup peraturan sekolah tentang waktu belajar, yaitu peraturan jam masuk dan keluar sekolah serta peraturan administrasi lainnya seperti pembayaran sekolah dan lain-lain
-
Aspek semangat kompetitif adalah keinginan untuk bersaing secara positif baik dalam bidang akademik maupun non akademik sehingga siswa mampu meraih prestasi tertinggi di forum nasional dan internasional
-
Aspek budaya malu mencakup rasa malu melakukan
pelanggaan terhadap peraturan sekolah, norma agama, dan norma-norma di masyarakat,
malu berbuat tidak baik pada diri sendiri dan orang lain, serta malu bila tidak berprestasi
-
Aspek budaya baca dan tulis menyangkut kebiasaan membaca dan menulis bagi seluruh warga sekolah yang ditandai dengan adanya forum diskusi bedah buku atau penugasan kepada siswa untuk meringkas buku yang dibaca, membuat laporan penelitian, membuat karangan, serta karya tulis lainnya.
|
|
|
|
|