Tools
Register Login

Official Website SMA Negeri 1 Kraksaan

You are here: Home » Section Blog » Current Users » Seputar Sekolah RSBI
Sunday, 20 May 2012
Message
  • Error. Feed not retrieved.
  • Error. Feed not retrieved.
  • Error. Feed not retrieved.
  • Error. Feed not retrieved.
  • Error. Feed not retrieved.
  • Error. Feed not retrieved.
  • Error. Feed not retrieved.
  • Error. Feed not retrieved.
  • Error. Feed not retrieved.
  • Error. Feed not retrieved.
  • Error. Feed not retrieved.
  • Error. Feed not retrieved.
  • Error. Feed not retrieved.
  • Error. Feed not retrieved.
  • Error. Feed not retrieved.
  • Error. Feed not retrieved.
  • Error. Feed not retrieved.
  • Error. Feed not retrieved.

Seputar Sekolah RSBI

E-mail Print PDF
Rintisan  Sekolah  Bertaraf  Internasional  (RSBI)  adalah  Sekolah  Standar  Nasional  (SSN) yang  menyiapkan  peserta  didik  berdasarkan  Standar  Nasional  Pendidikan  (SNP)  Indonesia  dan bertaraf  Internasional  sehingga  diharapkan  lulusannya  memiliki  kemampuan  daya  saing internasional.
LANDASAN HUKUM    
  • UU No. 20 Tahun 2003 ps 50
  • UU No. 32 Tahun 2004 : Pemerintahan Pusat dan Daerah
  • UU No 33 Tahun 2004 : Kewenangan Pemerintah (Pusat) dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom
  • UU No. 25 Tahun 2000 : Program Pembangunan Nasional
  • PP NoTahun 2005 : Standar Nasional Pendidikan (SNP) ps 61
  • Permendiknas No. 22,23,24 Tahun 2006 : Standar Isi, SKL dan Implementasinya
TUJUAN PROGRAM RSBI
Umum
a)  Meningkatkan  kualitas  pendidikan  nasional  sesuai  dengan  amanat    Tujuan  Nasional dalam  Pembukaan  UUD  1945,  pasal  31  UUD  1945,  UU  No.20  tahun  2003  tentang SISDIKNAS, PP No.19 tahun 2005 tentang SNP( Standar Nasional Pendidikan), dan UU No.17  tahun  2007  tentang  Rencana  Pembangunan  Jangka  Panjang  Nasional  yang menetapkan  Tahapan  Skala  Prioritas  Utama  dalam  Rencana  Pembangunan  Jangka Menengah  ke-1  tahun  2005-2009  untuk  meningkatkan  kualitas  dan  akses  masyarakat terhadap pelayanan pendidikan. (b)  Memberi  peluang  pada  sekolah  yang  berpotensi  untuk  mencapai  kualitas  bertaraf nasional dan internasional. (c)  Menyiapkan lulusan yang mampu berperan aktif dalam masyarakat global.
 
Khusus
Menyiapkan  lulusan  yang  memiliki  kompetensi  yang  tercantum  di  dalam  Standar  Kompetensi Lulusan yang diperkaya dengan standar kompetensi lulusan berciri internasiona. RSBI/SBI  adalah  sekolah  yang  berbudaya  Indonesia,  karena  Kurikulumnya  ditujukan untuk Pencapaian indikator kinerja kunci minimal sebagai berikut:
1)  menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP);
2)  menerapkan sistem satuan kredit semester di SMA/SMK/MA/MAK;
3)  memenuhi Standar Isi; dan
4)  memenuhi Standar Kompetensi Lulusan.
 
Selain  itu,  keberhasilan  tersebut  juga  ditandai  dengan  pencapaian  indikator  kinerja  kunci tambahan sebagai berikut:
1)  sistem administrasi akademik berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di mana setiap saat siswa bisa  mengakses transkripnya masing-masing;
2)  muatan mata pelajaran setara atau lebih tinggi dari muatan pelajaran yang sama pada sekolah  unggul  dari  salah  satu  negara  anggota  OECD  (Organization  for  Economic Co-operation  and  Development)  dan/  atau  negara  maju  lainnya  yang  mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan; dan
3)  menerapkan  standar  kelulusan  sekolah/  madrasah  yang  lebih  tinggi  dari  Standar Kompetensi Lulusan.
Adalah tidak benar kalau guru Bahasa Indonesia harus menggunakan Bahasa Inggris dalam memberikan  pengantar  pelajarannya,  walaupun  hal  tersebut  boleh  saja  dilakukan,  tetapi penggunaan  Bahasa  Inggris  adalah  untuk  pembelajaran  mata  pelajaran  kelompok  sains, matematika, dan inti kejuruan  saja,  sebagaimana  dalam  Bagian  Proses  Pembelajaran  RSBI/SBI  dinyatakan sebagai  berikut:  ‘’Mutu  setiap  Sekolah/Madrasah  Bertaraf  Internasional  dijamin  dengan keberhasilan  melaksanakan  proses  pembelajaran  yang  efektif  dan  efisien.  Proses  pembelajaran disesuaikan  dengan  bakat,  minat,  dan  perkembangan  fisik  serta  psikologis  peserta  didik.
Keberhasilan  tersebut  ditandai  dengan  pencapaian  indikator  kinerja  kunci  minimal,  yaitu memenuhi Standar Proses.’’ Selain itu, keberhasilan tersebut juga  ditandai  dengan  pencapaian indikator kinerja kunci tambahan sebagai berikut:
a)  proses  pembelajaran  pada  semua  mata  pelajaran  menjadi  teladan  bagi sekolah/madrasah  lainnya  dalam  pengembangan  akhlak  mulia,  budi  pekerti  luhur, kepribadian  unggul,  kepemimpinan,  jiwa  entrepreneural,  jiwa  patriot,  dan  jiwa inovator;
b)  diperkaya  dengan  model  proses  pembelajaran  sekolah  unggul  dari  salah  satu  negara anggota  OECD  dan/atau  negara  maju  lainnya  yang  mempunyai  keunggulan  tertentu dalam bidang pendidikan;
c)  menerapkan pembelajaran berbasis TIK pada semua mata pelajaran;
d)  pembelajaran  mata  pelajaran  kelompok  sains,  matematika,  dan  inti  kejuruan menggunakan  bahasa  Inggris,  sementara  pembelajaran  mata  pelajaran  lainnya, kecuali pelajaran bahasa asing, harus menggunakan bahasa Indonesia; dan
e)  pembelajaran  dengan  bahasa  Inggris  untuk  mata  pelajaran  kelompok  sains  dan matematika untuk SD/MI baru dapat dimulai pada Kelas IV.
 
PELAKSANAAN  KURIKULUM  DAN  PROSES  PEMBELAJARAN    RSBI MENGGUNAKAN ASAS-ASAS SEBAGAI BERIKUT:
1)  Menggunakan  kurikulum  yang  berlaku  secara    nasional  dengan  mengadabtasi kurikulum sekolah di Negara lain. 
2)  Mengajarkan  bahasa  asing,  terutama  penggunaan  bahasa  Inggris,  secara  terintegrasi dengan  mata  pelajaran  lainnya.  Metode  pengajaran  dwi  bahasa    ini  dapat dilaksanakan dengan 2 kategori yakni Subtractive Bilingualism (beri penjelasan oleh  penulis) dan Additive Bilingualism, yang  menekankan pendekatan Dual Language. 
3)  Pengajaran  dengan  pendekatan  Dual  Language    menekankan  perbedaan  adanya Bahasa  Akademis  dan  Bahasa  Sosial  yang  pengaturan  bahasa  pengantarnya    dapat dialokasikan berdasarkan Subjek maupun Waktu (beri penjelasan oleh penulis). 
4) Menekankan  keseimbangan  aspek  perkembangan  anak  meliputi  aspek  kognitif (intelektual), aspek sosial dan emosional, dan aspek fisik. 
5) Mengintegrasikan  kecerdasan  majemuk  (Multiple  Intelligence)  termasuk  Emotional Intelligence dan Spiritual Intelligence ke dalam kurikulum. 
6) Mengembangkan kurikulum terpadu yang berorientasi pada materi, kompetensi, nilai dan sikap serta prilaku (kepribadian ). 
7) Mengarahkan  siswa  untuk  mampu  berpikir  kritis,  kreatif  dan  analitis,  memiliki kemampuan belajar (learning how to learn) serta mampu mengambil keputusan dalam belajar.  Penyusunan  kurikulum  ini  didasarkan  prinsip  ”Understanding  by  Design”  yang menekankan  pemahaman jangka panjang (”Enduring Understanding”). Pemahaman (Understanding) dilihat dari 6 aspek: Explain, Interpret, Apply, Perspective, Empathy, Self Knowledge. 
8) Kurikulum  tingkatan  satuan  pendidikan  dapat  menggunakan  sistem  paket  dan  kredit semester. 
9) Dapat memberikan program magang untuk siswa SMA, MA dan SMK. 
10)   Menekankan kemampuan pemanfaatan Information and Communication Technology (ICT) yang terintegrasi dalam setiap mata pelajaran. 
 
PENJAMINAN MUTU PROSES PEMBELAJARAN 
Terdapat  pergeseran  paradigma  pendidikan  dari  mengajar  ke  membelajarkan.  Mengajar lebih menekankan pada kegiatan guru dalam mentransformasikan ilmu atau materi kepada siswa, dan  siswa  hanya  sebagai  pendengar,  sedangkan  pembelajaran  lebih  menekankan  pada  proses kegiatan siswa yang aktif mencari, menemukan sekaligus mempresentasikan temuan belajarnya. Sekolah  bertaraf  Internasional  diharapkan  menerapkan  azas-azas  pembelajaran  aktif  yang mengakses 5 pilar pendidikan (religious awareness, learning to know, learning to do, learning to be,  and  learning  how  to  live  together)  dalam  pengelolaan  pembelajaran  dengan  rincian  seperti berikut: 
1) Pendekatan yang digunakan berfokus pada siswa dengan merangsang rasa ingin tahu dan motivasi  intrinsik  serta  partisipasi  siswa  (inquiry,  investigation)  sehingga  ide pembelajaran dapat datang dari siswa. 
2) Siswa  membangun  pengetahuannya  sendiri,  bukan  dibentuk  oleh  orang  lain (constructivism). 
3) Guru  berperan  sebagai  fasilitator,  sehingga  tercipta  interaksi  Guru-siswa,  siswa  dengan siswa, siswa dengan guru, terjadi komunikasi multi arah, sikap guru terhadap siswa harus menimbulkan  rasa  nyaman,  penyusunan  kelas  dapat  dibuat  dengan  2  macam pengelompokan  seperti  kelas  dengan  1  kelompok  umur  (Single  Age),  Kelas  dengan  2 kelompok umur (Multiage) 
4) Pembelajaran  melayani  semua  anak  termasuk  anak  dengan  kebutuhan  khusus  (  special needs  )  secara  terbatas  (program  inklusi),  pendekatan  yang  digunakan  menekankan adanya keragaman kompetensi, intelligence, agama, minat. 
5) Menekankan  pada  pemahaman  siswa  bukan  hafalan  dan  sekedar  mengejar  target pembelajaran maupun bahan ujian, tetapi berorientasi pada aktivitas dan proses. 
6) Mengembangkan model-mdel pembelajaran yang konstruktif, inovatif seperti cooperative learning, pembelajaran berbasis masalah, dan contextual teaching and learning. 
7) Memanfaatkan berbagai sumber belajar (lingkungan, nara sumber, dan penunjang belajar lainnya) tidak hanya dari guru 
8) Materi pembelajaran disesuaikan dengan tingkat perkembangan siswa 
9) Memberikan  kesempatan  pada  siswa  untuk  memilih  (intelligent  choice)  seperti  dalam pemilihan  proyek  yang  akan  dikerjakan,  gaya  belajar,  cara  menyelesaikan  soal,  minat dalam  batasan  tertentu.  Dalam  mengakomodasi  keragaman,  pengajaran  materi  dapat diberikan  berbeda-beda,  umumnya  3  tingkatan/macam,  sesuai  dengan  kebutuhan  siswa.
Praktek  yang  umumnya  disebut  Differentiated  Instruction  ini  menyebabkan  tugas  yang diberikan  kepada  siswa juga  dapat  berbeda  yang  antara  lain  berupa  Tiered  Assignments serta tehnik diferensiasi lainnya. Untuk siswa berkebutuhan khusus (special needs) dapat dibuatkan program pembelajaran individu (Individual Educational Program/IEP) 
10) Siklus  pembelajaran  dapat  dimulai  dari  tahapan  Exposure,  Mini  Lesson,  Workshop  dan Assessment. Siklus ini dapat berulang di setiap tahap sesuai dengan kebutuhan siswa. 
11) Menciptakan  dan  memelihara  berbagai  lingkungan  yang  kondusif  untuk  siswa  belajar seperti;  penataan  ruangan,  materi  pembelajaran,  rasio  guru  siswa  1:12  sampai  dengan 1:24.
 
PENJAMINAN MUTU KOMPETENSI LULUSAN 
1) Standar  kelulusan  menekankan  pada  semua  aspek  seperti  spiritual,  norma,  sosial, emosional selain akademik. 
2) Standar  akademik  menekankan  pada  pemahaman  materi  belajar,  bukan  pada pengumpulan nilai, yang harus didukung oleh berbagai bukti otentik 
3) Kelulusan  berdasarkan  pada  analisa  individu  yang  menggunakan  pertimbangan profesional guru dan sekolah 
4) Kualitas lulusan  dipersiapkan  mampu bersaing secara global  baik  dari segi  pengetahuan maupun kompetensi berkomunikasi dengan tetap mempertahankan budaya Indonesia. 
5) Terdapat  standar  minimal  pendukung  yang  harus  dipenuhi  siswa  yang  dapat  berupa; projek  dan  makalah/tulisan,  Community  Service  project  (pengabdian  pada masyarakat),program magang untuk SMA,MA dan SMK, serta kehadiran 
6) Kualitas lulusan yang dihasilkan dapat diterima di sekolah-sekolah Internasional di dunia berdasarkan:  kemampuan  bahasa  Inggris  yang  dimiliki  siswa,  tipe  laporan  standar internasional,  benchmark  standar  Internasional,  dapat  bekerjasama  dengan  lembaga internasional. 
 
PENJAMINAN MUTU KETENAGAAN 
1) Tenaga  pendidik  memiliki  kualifikasi  minimal  S1,  mampu  berbahasa  Inggris,  memiliki kompetensi  pedagogik,  kompetensi  kepribadian,  kompetensi  social  dan  kompetensi professional. 
2) Seleksi  tenaga  pendidik  dilakukan  secara  professional  oleh  tenaga  ahli  dalam  bidang sumber  daya  manusia  (Human  Resources  Departement)  yang  dapat  dilakukan  dengan tahapan:  wawancara  awal,Class  observation,  Behavioral  interview  ,Behavioral test,English test (TOEFL dan conversation), Micro teaching and discussion,Tes kesehatan 
3) Performance management dilakukan secara berkelanjutan dan berkesinambungan sebagai dasar  untuk  pengembangan  SDM  lebih  lanjut  dengan  instrumen  khusus  berdasarkan standar Teaching Effectiveness.
4) Pengelolaan Sumber Daya Manusia berdasarkan Kompetensi (Competency-based Human Resorces System)
 
PENJAMINAN MUTU SARANA DAN PRASARANA 
Sarana dan Prasarana yang dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa berdasarkan cara kerja otak dan standar internasional, terdiri dari ruangan beserta kelengkapannya, yaitu: 
1)  Ruang Belajar yang kondusif meliputi luas , pencahayaan, temperatur, tingkat kebisingan. 
2)  Tempat bermain 
3)  Laboratorium 
4)  Perpustakaan 
5)  Fasilitas olah raga 
6)  Fasilitas kesenian 
7)  Ruang Guru
8)  Ruang konseling 
9)  Ruang pertemuan siswa 
10) Ruang serbaguna 
11) Kantin
12) Klinik 
13) Ruang ibadah
14) Ruang kepala sekolah dan administrasi
15) Fasilitas  internet  di  setiap  ruang  kelas  dan  WiFi  di  seluruh  sekolah  untuk  memudahkan akses  internet.  Setiap  siswa  tingkatan  SMA  /SMK  menggunakan  laptop  secara  individu dalam mengerjakan tugas sekolah. 
16) Ruang terapi untuk special needs 
17) Toilet 
18) Ruang khusus lainnya sesuai dengan kebutuhan
 
PENJAMINAN MUTU PEMBIAYAAN 
a) Sumber  dana  diperoleh dari  dana  investasi pemilik  dan  pembayaran  uang  sekolah siswa untuk  jenis  sekolah  swasta;  serta  dapat  bervariasi  dari  sumber  lainnya,pemerintah  dan masyarakat untuk jenis sekolah negeri.
b)  Pengalokasian  dana  dikategorikan  ke  dalam  :  Pengeluaran  operasional  rutin  dan  non rutin, pengeluaran investasi untuk pengembangan sekolah. 
c)  Pengelolaan  keuangan  dilakukan  secara  profesional:  transparan,  efisien,  akuntabel dengan diperiksa oleh akuntan publik 
 
PENJAMINAN MUTU PENILAIAN 
a) Tujuan  utama  penilaian  untuk  memantau  perkembangan  hasil  belajar  siswa  secara individu  dan  berkesinambungan  bukan  untuk  mengkategorikan  siswa  sehingga  tidak membandingkan prestasi antar siswa. 
b) Penilaian  dilakukan  dengan  menggunakan  prinsip  Pedoman  Acuan  Kriteria  (PAK) dengan  memperhatikan  aspek:  otentik  yang  artinya  penilaian  relevan  sesuai  dengan potensi  masing-masing  siswa  dan  relevan  dengan  dunia  nyata.  Keseimbangan  dengan memperhatikan produk, proses dan progres. 
c) Penilaian  dilakukan  sesuai  dengan  kriteria  belajar  yaitu  kriteria  produk,  kriteria  proses dan  kriteria  progress.  Kriteria  produk  berfokus  pada  apa  yang  siswa  tahu  dan  bisa lakukan  pada  saat  tertentu.  Kriteria  proses  berfokus  pada  bagaimana  siswa  mencapai perfomansi  bukan  pada  hasil  akhir.  Kriteria  progres  berfokus  pada  tingkat  pencapaian kinerja siswa yang dilihat melalui portofolio. 
d) Penilaian  dilakukan  dengan  mengacu  pada  tujuan  pembelajaran  bukan  dengan  prestasi siswa lainnya 
e) Penilaian dilakukan secara berkesinambungan dengan menggunakan berbagai teknik dan instrumen  seperti  rubrik,  observasi  harian,  performance  task  dan  tes  tertulis  (paper  and pencil)  
f) Pembelajaran  didasarkan  atas  pencapaian  ketuntasan  belajar  siswa  (mastery  learning) maka  laporan  yang  dikeluarkan  sekolah  dapat  berupa:  Laporan  Narasi,Laporan Perkembangan Siswa per individu yang diterima secara internasional.
 
PENTAHAPAN (FASE) PENGEMBANGAN PROGRAM RINTISAN SMA BERTARAF INTERNASIONAL
Tahap pengembangan Rintisan SMA Bertaraf Internasional ada 3 tahap, yaitu: 
1) tahap Pengembangan (3 tahun pertama); 
2) tahap Pemberdayaan (2 tahun; tahun ke-4 an 5); dan 
3) tahap Mandiri (tahun ke-6). 
Pada tahap pengembangan yaitu tahun ke-1 sampai dengan ke-3 sekolah didampingi oleh tenaga  dari  lembaga  professional  independent  dan/atau  lembaga  terkait  dalam  melakukan persiapan,  penyusunan  dan  pengembangan  kurikulum,  penyiapan  SDM,  modernaisasi manajemen dan kelembagaan, pembiayaan, serta penyiapan sarana prasarana. 
Sedangkan  pada  tahap  pemberdayaan  yaitu  tehun  ke  -4  dan  ke-5  adalah  sekolah melakasanakan  dan  meningkatkan  kualitas  hasil  yang  sudah  dikembangkan  pada  tahap pendampingan,  oleh  karena  itu  dalam  proses  ini  hal  terpenting  adalah  dilakukannya  refleksi terhadap  pelaksanaan  kegiatan  untuk  keperluan  penyempurnaan  serta  realisasi  program kemitraan  dengan  sekolah  mitra  dalam  dan  luar  Negeri  serta  lembaga  sertifikasi  pendidikan internasional. 
Pada tahap mandiri pada tahun ke-6 adalah sudah sekolah sudah berubah predikatnya dari rintisan  bertaraf  internasional  (RSBI)  menjadi  Sekolah  Bertaraf  Internasional  (SBI)  dengan catatan  semua  profil  yang  diharapkan  telah  tercapai.  Sedangkan  apabila  profil  yang  diharapkan mulai  dari  standar  isi  dan  standar  kompetensi  lulusan,  SDM  (guru,  kepala  sekolah,  tenaga pendukung),  sarana  prasarana,  penilaian,  pengelolaan,  pembiayaan,  kesiswaan,  dan  kultur sekolah belum tercapai, maka dimungkinkan suatu sekolah RSBI akan terkena passing-out.

Add comment


Security code Refresh